Manajemen Proyek pada Proyek Pembangunan Hotel JW Marriot Medan

Hutri Tampubolon (13 MR 1 || 21s18027) 


Halo semua😊  

Perkenalkan saya Hutri Tampubolon, mahasiswa jurusan Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Del. Tulisan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Proyek Rekayasa.

 Source : https://images.app.goo.gl/r1cM7pDyukDiVxtn6

Pengertian Proyek 

    Proyek merupakan sekumpulan aktivitas yang saling berhubungan dimana ada titik awal dan titik akhir serta hasil tertentu, proyek biasanya membutuhkan bermacam keahlian (skills) dari berbagai profesi dan organisasi. Adanya keterbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi proyek sangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya yang dimilliki agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang sinkron sehingga tujuan proyek bisa tercapai.  

    Maka untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja diperlukan penerapan manajemen proyek yang tepat dalam kerangka pengerjaan sebuah proyek. Manajemen proyek yang tepat dapat menjadi landasan dalam pengerjaan sehingga proyek dapat berjalan dengan tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam proyek. 

  Semakin tinggi kesulitan dalam pembangunan proyek, berarti semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Oleh karena itu disini sangat diperlukan suatu manajemen waktu (time management) yang disamping mempertajam prioritas, juga mengusahakan peningkatan efisiensi dan evektivitas pengelolaan proyek agar dicapai hasil yang maksimal dari sumber daya yang tersedia. Semua itu untuk mencapai tujuan dari sebuah proyek jalan raya yaitu kesuksesan yang memenuhi kriteria waktu (jadwal), selain juga biaya (anggaran) dan mutu (kualitas).

     Selain manajemen waktu, tentu juga harus diikuti dengan pelaksanaan proyek yang baik dan sesuai dengan perencanaannya. Dengan manajemen waktu dan pelaksanaan yang baik, maka resiko sebuah proyek konstruksi jalan raya tersebut akan mengalami keterlambatan menjadi kecil. Secara langsung hal tersebut akan mengurangi pembengkakkan biaya proyek, serta pada akhirnya akan memberikan keuntungan tersendiri bagi para kontraktor sebagai penanggung jawab pelaksanaan proyek.  

Manajemen Proyek

Manajemen proyek adalah proses merencanakan,
mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya
perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah
ditentukan. Manajemen proyek tumbuh karena dorongan mencari
pendekatan pengelolaan yang sesuai dengan tuntutan dan sifat
kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan
kegiatan operasionil rutin

    Manajemen proyek adalah proses merencanakan, mengatur, mengatur, mengendalikan, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Manajemen proyek yang berkembang karena mencari pendekatan yang sesuai dengan instruksi dan sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan kegiatan operasionil rutin. 


    Berdasarkan PMBOK Guide (Project Management Body of Knowledge) yang dikembangkan oleh Project Management Institute (PMI), siklus atau tahapan manajemen proyek meliputi lima tahap fase yang berbeda yaitu :

1. Project Initiation

Tahapan manajemen proyek yang pertama adalah fase initiation yaitu ketika Anda harus membuktikan bahwa proyek tersebut memiliki value dan layak untuk dijalankan

2. Project Planning

Setelah proyek disetujui untuk dijalankan maka tahapan manajemen proyek yang kedua adalah project planning atau perencanaan. Fase ini dapat dikatakan sebagai kunci keberhasilan manajemen proyek dan memiliki fokus pada pengembangan roadmap untuk diikuti semua anggota tim.

3. Project Execution

Tahapan manajemen proyek yang selanjutnya adalah project execution dimana produk yang dikelola dalam proyek akan dikembangkan dan diselesaikan. Selama tahap ini, manajer proyek akan mengalokasikan kembali sumber daya yang dibutuhkan agar tim tetap bekerja.

4. Project Monitoring

Project monitoring mengacu pada pemantauan kemajuan dan kinerja proyek untuk memastikan bahwa semua aktivitas yang terjadi sejalan dengan rencana manajemen proyek yang sudah dibuat. Dengan proses monitoring ini, maka ketika terjadi penyimpangan maka Anda dapat segera mengetahui dan memperbaikinya.

5. Project Closure

Tahapan manajemen proyek yang terakhir adalah project closure atau penutupan proyek. Di tahap ini, hasil akhir akan disajikan kepada klien atau para pemangku kepentingan. Setelah produk atau hasil akhir disetujui, maka produk akan dirilis dan manajer proyek akan meninjau dan menyelesaikan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Manajemen Proyek pada Proyek Pembangunan Hotel JW Marriot Medan 

Source : Agoda.com

   Berkembangnya perekonomian kota Medan berdampak juga pada sektor perhotelan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pembangunan hotel di kota Medan. Salah satu hotel yang tengah dibangun di tahun 2007 ini adalah Hotel JW Marriot Medan. Hotel berbintang 5 (lima) ini terletak di Jalan Putri Hijau No. 10, tepat di depan  stasiun televisi nasional TVRI. Hotel tersebut terdiri dari 29 lantai, yakni lantai ground, lantai pertama, lantai kedua, dan lantai ke 16 sampai ke 29 dipakai untuk fasilitas hotel tersebut, sedangkan dari lantai ke 3 sampai lantai ke 15 disewakan untuk dijadikan gedung perkantoran. 

    Menjalankan usaha dibidang perhotelan tidaklah mudah. Mulai dari awal pembangunan hotel JW Marriott ini harus memikirkan dengan baik untuk desain jangka panjang hotel itu sendiri.  Suksesnya proyek pembangunan hotel ini membutuhkan suksesnya pemangku kepentingan dan manajer proyek mengelola manajemen proyeknya. Selain itu, kesuksesan ini haruslah terdokumentasi dan terencanakan dengan baik. Proses perencanaan dan dokumentasi dalam manajemen proyek di PMBOK dikenal dengan area pengetahuan manajemen proyek.


A.  Scope Management 

Project scope management meliputi: 
  • Scope planning: menjelaskan bagaimana ruang lingkup proyek didefenisikan, diverifikasi dan dikontrol 
  • Scope defenition: membuat scope statement yang menjabarkan justifikasi proyek, penjelasan produk, deliverable dan tujuan proyek yang meliputi aspek biaya, mutu dan jadwal sebagai acuan untuk membuat WBS. 
  • Work Breakdown Structure (WBS): menjabarkan scope statement menjadi suatu susunan deliverables yang mudah di-manage, serta dikelompokkan berdasarkan deliverable utama. 
  • Scope verification: mendapatkan persetujuan deliverable proyek secara formal. 
  • Scope control: mengontrol perubahan ruang lingkup proyek. 

B. Time Management 
Project time management diperlukan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang ditetapkan, yang meliputi: 
  • Penyusunan jadwal proyek 
  • Monitoring jadwal proyek 
  • Pengontrolan perubahan jadwal proyek  
Pada pengimplementasian Proyek Pembangunan Hotel ini mengalami beberapa permasalahan, salah satunya 

C. Cost Management 
Project cost management diperlukan untuk membuat perencanaan, estimasi budget dan mengontrol biaya agar biaya proyek tidak melebihi anggaran yang dtetapkan. 
Project cost management ini meliputi: 
  • Cost estimating: membuat perkiraan biaya atas sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu aktivitas. 
  • Cost budgeting: menyusun total perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek dan menetapkan cost baseline. 
  • Cost control: mengontrol faktor-faktor penyebab varian biaya dan menjalankan prosedur kontrol perubahan 

D. Human Resource Management 
Project human resource management diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mengorganisir dan me-manage project team yang meliputi: 
  • Human resource planning: mengidentifikasi kualifikasi dan jumlah personil yang dibutuhkan serta mendokumentasi peran dan tanggung jawab masing-masing. 
  • Menunjuk/mendapatkan personil tim yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan proyek. 
  • Membentuk project team dengan meningkatkan kompetensi dan kerja sama tim untuk meningkatkan kinerja proyek. 
  • Mengelola project team dengan mengoordinasi dan memonitor kinerja tim, memberikan umpan balik dan membantu memecahkan masalah proyek. 
E. Risk Management 
Project risk management diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif risiko terhadap keberhasilan proyek yang meliputi: 
  • Human resource planning: mengidentifikasi kualifikasi dan jumlah personil yang dibutuhkan serta mendokumentasikan peran dan tanggung jawab masing-masing. 
  • Menunjuk/mendapatkan personil tim yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek. 
  • Membentuk project team dengan meningkatkan kompetensi dan kerja sama tim untuk meningkatkan kinerja proyek. 
  • Mengelola project team dengan mengoordinasi dan memonitor kinerja tim, memberikan umpan balik dan membantu memecahkan masalah proyek. 

F. Communication Management 
Bertujuan agar komunikasi dan aliran informasi proyek berjalan efektif dan efisien, yang meliputi: 
  • Communication planning: menentukan perencanaan komunikasi proyek yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan stakeholder.  
  • Information distribution: menyediakan informasi proyek dan mendistribusikannya sesuai perencanaan. 
  • Performance reporting: melaporkan status dan kemajuan proyek secara objektif dan tepat waktu. 
  • Manage stakeholders: membina dan mengelola komunikasi yang efektif dan efisien dengan stakeholder untuk memenuhi kebutuhan serta melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan proyek sesuai mekanisme yang ditetapkan 

G. Quality Management 
Project quality management bertujuan untuk memastikan kesesuaian kinerja dan hasil proyek dengan standar mutu yang ditetapkan.

H. Procurement Management 
Meliputi proses yang diperlukan untuk memenuhi pengadaan barang dan/atau jasa yang disediakan oleh vendor/kontraktor sesuai jadwal. 

I. Integration Management 
Meliputi proses dan aktivitas yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mendefenisi, mengombinasi, menyatukan dan mengoordinasi berbagai proses dan aktivitas manajemen proyek dalam suatu proses yang bersinergi dan berkesinambungan, Pembahasan project integration management meliputi: 
  • Membuat project definition sebagai gambaran awal proyek. 
  • Membuat project management plan. 
  • Mengarahkan dan mengelola pelaksanaan proyek. 
  • Memonitor dan mengontrol aktivitas proyek, mulai dari initation, planning, execution sampai closing proyek. 
  • Mengintegrasikan pelaksanaan prosedur kontrol perubahan atau changes control procedure. 
  • Menyelesaikan dan menutup proyek secara formal. 



-------

Demikian tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat! Terima kasih😁

REFERENSI 
Guide. 2001. A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK® Guide). Project Management Institute: Fifth Edition.



Komentar

  1. Artikel yang sangat bermanfaat menurut saya, materi yang disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh pembaca, tetap semangat dan terus berkarya untuk penulis

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat, terimakasih hutri.

    BalasHapus
  3. Artikel ini sangat membantu saya dalam menambah wawasan tentang manajemen proyek rekayasa. Good job hutri

    BalasHapus
  4. Artikel ini bermanfaat dan penjelasan nya mudah dipahami. Terimakasih Penulis.. Good Job

    BalasHapus
  5. Artikel yang sangat menarik dan menambah wawasan mengenai manajemen proyek. Ditunggu artikel-artikel selanjutnya

    BalasHapus
  6. Materi dalam Artikel menarik dan penyampaian materi terstruktur dengan baik dan mudah dipahami. Dengan begitu saya semakin paham dengan manajemen proyek. Semangat berkarya..

    BalasHapus


  7. Artikel ini sangat mengedukasi , penggunaan bahasa yang sederhana membuat pembaca mudah memahaminya . Sangat menarik di bagian Manajemen Proyek pada Proyek Pembangunan Hotel JW Marriot Medan. Terimakasih penulis !! 👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  8. Wahhh artikel mu menarik, dan membuat pembaca tidak bosan, good job

    BalasHapus
  9. Haii Hutri , artikel kamu sungguh menarik dan informatif banyak ilmu saya dapat tentang manajemen proyek itu apa . Ditunggu karya berikutnya

    BalasHapus
  10. Artikel yang dipaparkan sungguh informatif dan dijelaskan secara rinci. Saya dapat lebih mudah dalam memahami manajemen proyek rekayasa. Terimakasih telah menulis artikel ini, Hutri!

    BalasHapus
  11. Artikelnya bagus dan sangat menarik. Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan informasinya cukup lengkap. Terimakasih artikelnya kk , ditunggu yang selanjutnya...

    BalasHapus
  12. Wahhh ternyata pembangunan Hotel JW Mariot yang sering di kunjungi banyak orang memerlukan ilmu manajemen proyek rekayasa yang baik yaa, sehingga bangunan hotal ini bisa tetap bertahan sampai sekarang. Terimakasih hutri sudah membuat artikel ini, artikel ini sangat bermanfaat terkhusus bagi orang awam yang belum mengetahui tentang manajemen proyek rekayasa itu seperti apa.

    BalasHapus
  13. wah, artikelnya sangat menarik dan bermanfaat. materi terstruktur dengan rapi sehingga membantu saya dalam memahami manajemen proyek rekayasa. Terimakasih penulis:)

    BalasHapus
  14. Trimakasih hutri, contoh yang ditulis membuat saya semakin paham pentingnya manajemen proyek. Materi yang dimuat sangat terstruktur, ringkas namun informatif, dan bahasa yang digunakan juga sangat mudah dimengerti (on point). tetap berkarya!

    BalasHapus
  15. Tulisannya sangat bermanfaat dan menarik. Kalimatnya juga tidak bertele-tele sehingga tulisan dapat dengan mudah untuk dipahami. Terima kasih penulis.

    BalasHapus
  16. Artikelnya sangat informatif dengan penyampaian materi yang terstruktur. Semangat untuk karya berikutnya.

    BalasHapus
  17. wah.. tulisan anda sangat informatif dan menarik, saya menjadi lebih mengerti terkait manajemen proyek.. keep it up!

    BalasHapus
  18. hutri, artikel kami sangat menarik dan bahasanya mudah di mengertiii. GOOD

    BalasHapus
  19. Wih Artikelnya sangat menarik, Sekarang saya menjadi mengerti apa itu manajemen proyek rekayasa. Terimakasih kak Hutri, Semangatt

    BalasHapus
  20. Artikel yang menarik.. bagus untuk dijadikan referensi.. memudahkan pembacanya untuk memahami lebih jelas apa itu manajeme proyek rekayasa..

    BalasHapus
  21. Artikelnya menarik dan mudah dipahami, menambah wawasan saya terkait manajemen proyek rekayasa. Terimakasih kak

    BalasHapus
  22. konten bermanfaat, menambah wawasan :)

    BalasHapus
  23. Sangat membantu dan menambah wawasan

    BalasHapus
  24. Artikelnya sangat menarik dan menambah wawasan. 👍Terimakasih penulis..Sangat bermamfaat, untuk pengetahuan mengenai sebuah proyek , dimana butuh perencaan yang matang, bukan hanya sekedar ada gambaran proyek, biaya, dll. Tetapi Masih perlu untuk mengenali risiko apa yang terjadi

    BalasHapus
  25. Artikel yang singkat, padat , mudah dimengerti namun sangat jelas dan informatif. Terimakasih kak.

    BalasHapus
  26. Artikelnya sangat menarik, informasi yang diberikan juga mudah dipahami sehingga saya memahami bagaimana penerapan dari manajemen proyek rekayasa

    BalasHapus
  27. Terimakasih kepada penulis telah menerbitkan artikel yang menarik dan bermanfaat mengenai manajemen proyek. Great.

    BalasHapus
  28. Sangat informatif, terima kasih author!

    BalasHapus
  29. Informasi yang sangat bagus dan menarik.

    BalasHapus
  30. Wahhh article yang sangat bagus kak. .

    BalasHapus
  31. Artikelnya bagus dan juga menarik

    BalasHapus
  32. Sangat menarik, informasi yang disediakan juga jelas serta mudah dipahami, terimakasih dan semangat terus hutri ☺️

    BalasHapus
  33. Artikelnya sangat bagus dan menarik

    BalasHapus
  34. Artikel yang sangat menarik! Ternyata Manajemen Proyek sangat bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi engineer. Semangat penulis!

    BalasHapus
  35. Artikelnya menarik dan menambah pemahaman tentang manajemen proyek rekayasa. Terimakasih penulis :)

    BalasHapus
  36. Artikel yang menarik. Mudah dipahami. Terimakasih buat penulis🙏

    BalasHapus
  37. Artikel nya sangat menarik perhatian para pembaca dan mudah dipahami.
    Semangat!!

    BalasHapus
  38. Halo Hutri, Thanks For Sharing!! Sangat mengedukasi dan mudah dipahami. Semangat untuk artikel berikutnya

    BalasHapus
  39. contoh yang diberikan sangat baik untuk memberikan pemahaman terhadap 5 fase manpro. keren, keep it up hutri!!

    BalasHapus

Posting Komentar